Kamis, 05 November 2009

RESEP KBB#14 : WHITE BREAD

Dear all,

Ini lho resepnya KBB#14. Ditunggu laporannya yaaa........
Selamat mengerjakan...:)



Cheers,
Lanny & Ine Sena (hosts)

======================================================

White Bread, variation 1
Source: The Bread Baker’s Apprentice by Peter Reinhart, 2001, page 265-267


Ingredients - Baker’s Percentage
Bread flour - 100
Salt - 1.8
Granulated sugar - 7.7
Powdered milk (Dried Milk Solid) - 6.2
Instant yeast - 1
Egg, slightly beaten at room temperature - 7.7
Butter, room temperature - 7.7
Water - 62.8


Methods :
  • Mix together the flour, salt, powdered milk, sugar and yeast in a 4-quart bowl (or in the bowl of an electric mixer). Pour in the egg, butter and water and mixt with a large metal spoon (or on low speed of the electric mixer with the paddle attachement) until all the flour is absorbed and the dough forms a ball. If the dough seems very stiff and dry, trickle in more water until the dough is soft and supple.
  • Sprinkle flour on the counter, transfer the dough to the counter, and begin kneading (or mix on medium speed with the dough hook), adding more flour, if necessary, to create a dough that is soft, supple, and tacky but not sticky. Continue kneading (or mixing) for 6 to 8 minutes. (if the electric mixer, the dough should be clear the side of the bowl but stick ever so slightly to the bottom.) The dough should pass the windowpane test and register 80oF. Lightly oil a large bowl and transfer the dough to the bowl, rolling it to coat it with oil. Cover the bowl with plastic wrap.
  • Ferment at room temperature for 1.5 to 2 hours, or until the dough doubles in size (the length of time will depend on the room temperature).
  • Remove the fermented dough from the bowl and divide it in half for sandwich loaves, into eighteen 2-ounce pieces for dinner rolls, or twelve 3-ounce pieces for burger or hot dog buns. Shape the pieces into boules for loaves or tight rounds for dinner rolls or buns. Mist the dough lightly with spray oil and cover with a towel or plastic wrap. Allow to res for about 20 minutes.
  • Shaping. For loaves, shape like rolling a Swiss roll but pinch the crease with each rotation to strengthen the surface tension. Pinch the final seam closed with the back edge of your hand or with your thumbs. Lightly oil two 8.5 by 4.5-inch loaf pans and place the loaves in the pans. For rolls and buns, line 2 sheet pans with baking parchment. Rolls require no further shaping. For hot dog buns, shape into a pistolet without tapering the ends. Transfer the rolls or buns to the sheet pans.
  • Mist the tops of the dough with spray oil and loosely cover with plastic wrap or a towel. Proof the dough at room temperature for 60 to 90 minutes, or until nearly doubles in size.
  • Preheat the oven to 350oF for loaves or 400oF for rolls and buns. Brush the rolls or buns with the egg wash and garnish with poppy or sesame seeds. Sandwich loaves also may be washed and garnished, or score them down the centre and rub a little vegetable oil into the slit.
  • Bake the rolls or buns for approximately 15 minutes, or until they are golden brown and register just above 180oF in the centre. Bake loaves for 35 to 45 minutes, rotating 180 degrees halfway through for even baking, if needed. The tops should be golden brown and the sides, when removed from the pan, should be golden. The internal temperature of the loaves should be close to 190oF, and the loaves should sound hollow when thumped on the bottom.
  • Cooling. When the loaves have finished baking, remove them immediately from the pans and cool on a wire rack for at least 1 hour before slicing or serving. Rolls should cool for at least 15 minutes on a rack before serving.


Cara membuat :
  • Campur tepung, garam, susu bubuk, gula dan ragi di dalam mangkuk dengan volume 4 quart (atau gunakan mangkuk mixer). Tuangkan telur, mentega dan air, aduk dengan sendok metal yang besar (atau pakai mixer dengan kecepatan rendah menggunakan paddle attachment) hingga tepung tercampur rata dengan bahan cair tadi dan adonan membentuk bulatan bola. Jika adonan tampak keras dan kering, ciprati dengan air hingga adonan lunak dan fleksibel.
  • Taburkan tepung ke atas meja kerja, letakkan adonan di atasnya, dan mulai menguleni (atau kocok dengan kecepatan sedang memakai dough hook), tambahkan tepung jika perlu, untuk menghasilkan adonan yang lunak, fleksibel, dan tacky (sudah licin dan kering) tapi tidak lengket. Lanjutkan menguleni (atau mengaduk dengan mixer) selama 6-8 menit. (jika menggunakan mixer, adonan harusnya sudah lepas dari mangkuk, tidak lengket di dasarnya). Adonan harus lulus windowpane test (tes elastisitas adonan dengan mengambil sedikit bagian adonan dan dipentangkan di depan jendela/cahaya) dan bersuhu 80F. Siapkan mangkuk besar, olesi minyak tipis saja, letakkan adonan ke dalam mangkuk, gulingkan ke sisi-sisi mangkuk untuk melumasi adonan dengan minyak. Tutup mangkuk dengan plastik.
  • Biarkan adonan mengembang dalam suhu ruang selama 1.5 hingga 2 jam, atau hingga adonan mengembang dua kali lipat (durasi waktu pengembangan adonan bergantung kepada suhu ruangan tersebut).
  • Keluarkan adonan dari mangkuk dan bagi dua buah ukuran roti sandwich, menjadi 18 x 2ons dinner rolls, atau 12 x 3ons burger atau hot dog buns. Bentuklah bagian-bagian tersebut menjadi bola-bola untuk satu roti tawar iris atau bulatan-bulatan untuk dinner rolls/buns. Lembabkan adonan dengan spray oil tipis-tipis saja dan tutup dengan serbet dapur atau plastik. Biarkan selama 20 menit.
  • Pembentukan. Untuk roti tawar iris, bentuklah seperti membuat bolu gulung tetapi cubitlah bagian lipatannya dengan setiap putaran untuk menguatkan permukaannya. Tutuplah lipatan terakhir dengan mencubit seam menggunakan bagian tepi belakang tangan atau jempol anda. Olesi tipis dua loyang roti berukuran 8.5 x 4.5 inci dan letakkan adonan ke dalam kedua loyang tersebut. Untuk rolls dan buns, alasi 2 loyang dengan baking paper. Rolls tidak memerlukan shaping lebih lanjut. Untuk hot dog buns, bentuklah adonan berbentuk pistol tanpa mengecilkan ujungnya. Pindahkanlah rolls atau buns ke atas loyang.
  • Lembabkan permukaan adonan dengan spray oil dan tutup dengan plastik atau serbet dapur. Tidak usah terlalu rapat menutupnya. Biarkan adonan mengembang di suhu ruangan selama 60 - 90 menit, atau hingga adonan hampir mengembang dua kali lipat.
  • Panaskan oven 350F untuk loaves atau 400F untuk rolls dan buns. Olesi rolls atau buns dengan egg wash dan hiasi dengan poppy atau sesame seeds. Roti sandwich juga bisa diolesi dengan egg wash dan dihias, atau iris bagian tengahnya dan olesi minyak sayur sedikit di bagian irisan yang terbuka.
  • Panggang rolls dan buns selama kurleb 15 menit, atau hingga kuning kecoklatan dan bersuhu sedikit lebih tinggi dari 180F di tengahnya. Panggang loaves selama 35-45 menit, jika perlu, putar 180 derajat di tengah waktu baking untuk memastikan pematangan yang rata. Permukaan roti harusnya berwarna kuning kecoklatan dan tepinya kekuningan jika dikeluarkan dari loyang. Suhu di dalam roti semestinya mendekati 190F, dan roti berbunyi kopong ketika diketuk-ketuk dasarnya.
  • Pendinginan. Jika roti sudah selesai dipanggang, keluarkan segera dari loyang dan dinginkan di atas rak pendingin selama kurang lebih 1 jam sebelum diiris-iris atau disajikan. Rolls seharusnya akan dingin sekurang-kurangnya 15 menit saat didinginkan di atas rak.



KETERANGAN

Baker’s Percentage

Jangan panik dulu… Baker’s Percentage mudah koq, tidak sesulit yang dibayangkan.

Baker’s Percentage (BsP) adalah cara penghitungan yang biasa dipakai oleh para professional bread baker. Mereka biasanya tidak menggunakan istilah resep tetapi menggunakan istilah formula. Formula ini menunjukkan proporsi dasar bahan-bahan, terhitung dan diekspresikan sebagai hitungan persen walaupun BsP bukan merupakan hitungan persentasi sebenarnya yang jumlah total adalah 100%. BsP ini menghitung bahan-bahan baik kering atau basah dalam satuan berat, baik metric atau imperial. BsP menggunakan berat tepung sebagai acuan dasarnya.

Keuntungan dari penggunaan BsP ini dengan sekali melihat, BsP:

1. memudahkan untuk memperbesar atau memperkecil jumlah bahan sesuai yang dibutuhkan

Penggunaan BsP ini dapat diterapkan secara langsung dan mudah sekali. Ukuran dari formula dapat dikali atau dibagi sesuai kebutuhan dan langsung menggunakan satuan ukuran berat. BsP dapat dikalikan langsung dan diganti dengan ukuran satuan berat. Di dalam proses industri, biasanya ukuran besar seperti dalam kg. Misalnya kita hendak membuat roti dengan ukuran tepung 25kg, BsP tersebut tinggal dibagi menjadi empat dan berat dalam satuan kg.

Terkecuali, jika berat salah satu bahan terlalu kecil untuk timbangan kita, mau tak mau, kita harus menggunakan ukuran sendok teh atau makan dan berat tersebut dapat dikonversikan menjadi ukuran volume. Cara lainnya yang dapat dilakukan, jika timbangan minimum 10g dan kita hanya butuh 2g, kita dapat menimbang bahan tersebut seberat 10g dan membagi 5. Selama bahan tersebut bukan bahan kritikal seperti pengawet, perbedaan sedikit pada berat tidak akan berpengaruh banyak terhadap hasil akhir.


2. membandingkan formula yang berbeda tanpa harus menghitung proporsi lagi karena berdasarkan satu dasar hitungan, yaitu berat tepung

Jika kita sedang membuat formula baru untuk product development dan formula tersebut berdasarkan formula lama/dasar, kita bisa menambah atau mengurangi berat bahan dengan mengetahui bahwa berat tersebut tidak akan menyebabkan adonan menjadi kacau. Disarankan jika kita hendak mengubah formula lama semisalnya untuk memperbaiki tekstur, lebih baik merubah jumlah bahan jangan lebih dari 2 macam bahan. Semakin banyak bahan yang dirubah pada satu percobaan, kita akan semakin bingung di mana letak kesalahannya jika hasil tidak sesuai yang diinginkan.


3. secara cepat memberikan informasi apakah formula tersebut berimbang dengan benar

Contoh dari perbandingan proporsi, misalnya penggunaan garam biasanya dalam adonan roti berpatokan tidak lebih dari 2% dari jumlah tepung. Selain itu penggunaan air untuk hidrasi bahan-bahan dapat dilihat apakah adonan ini merupakan adonan yang keras atau yang lunak, seperti contohnya 40% atau 60% air dari jumlah tepung.


4. memberikan ancar-ancar yang terarah tanpa tebak-tabakan untuk mengetahui hasil akhir

Keterangan seperti pada nomer 2 dan 3.


5. memberikan pengertian bagaimana para professional (dan banyak pula para amatir) mendiskusikan formula mereka

BsP menggunakan berat tepung sebagai 100% dan bahan-bahan lainnya dihitung sebagai proporsi dari tepung tersebut. Contoh bahan-bahan yang biasanya dikategorikan sebagai tepung utama adalah tepung terigu putih, tepung terigu wholemeal, tepung rye dan semolina. Jika menggunakan lebih dari satu jenis tepung, contohnya tepung terigu dan tepung rye, jumlah tepung-tepung ini adalah 100%, misalnya tepung terigu = 60% dan tepung rye = 40%.

Jika kita menggunakan lebih dari satu bahan hidrasi seperti air, sari buah dan susu cair, bahan-bahan tersebut dikelompokan menjadi satu untuk penghitungan hidrasi. Misalnya jumlah bahan hidrasi 50%, jika kita menggunakan air dan sari buah, formula tersebut akan tertulis sebagai contohnya air = 40% dan sari buah = 10%. Begitu pula jika kita menggunakan telur, bahan ini harus diperhitungkan sebagai bahan hidrasi. Jika tidak, adonan dapat menjadi terlalu lunak untuk formula roti tersebut.


Contohnya jika kita mau membuat 500g roti berdasarkan berat tepung:

Baker’s Percentage - Dalam ukuran berat
Tepung terigu 95% - 475g
Tepung rye 5% - 25g
Garam 2% - 10g
Ragi 0.8% - 4g
Air 50% - 250g

Lalu, bagaimana mengkorversi resep dengan satuan berat ke BsP? Caranya mudah sekali.

Resep => BsP
Tepung terigu 600g => (600/700)*100% = 85.7%
Tepung rye 100g => (100/700)*100% = 14.3%
Garam 8g => (8/700)*100% = 1.1%
Ragi 5g => (5/700)*100% = 0.7%
Air 300g => (300/700)*100% = 42.9%

Untuk tantangan ke14 ini, kita menggunakan BsP untuk straight method, tidak menggunakan preferment karena hitungan BsP akan sedikit berbeda dengan adanya dua hitungan. Pembahasan dengan preferment akan dilakukan pada saat tantangan dengan preferment.

Disusun oleh Regina Budiardjo


Referensi:
www.wildyeast.com
www.theartisan.net
Reinhart, P. 2001. The Bread Baker Apprentice.

Jangan lupa untuk membaca artikel-artikel yang berada di:
http://klubberanibaking.blogspot.com/search/label/roti

Jumat, 16 Oktober 2009

Daftar Rencana Baking 2009-2010

Berikut rencana baking kita.

KBB#14: Bread (November-Desember 2009)
KBB#15: Chocolate Baking (January-February 2010)
KBB#16: Made in Indonesia (March-April 2010)
KBB#17: Savoury Bake (Mei-Juni 2010)
KBB#18: Biscuits (Juli-Agustus 2010)
KBB#19: Ultah KBB#3 (September-Oktober 2010)

Happy baking dan tetap semangat!

Rabu, 14 Oktober 2009

Food Photography Winners


Terima kasih untuk KBBers yang sudah mengirimkan entry fotonya. Bangga sekali, ternyata merah putih tetap tertancap di hati sanubari kita ya. Nampak jelas di berbagai kreasi food photography hasil karya teman-teman semua yang gemilang.

Thank you for all judges who are willingly spending time to help us judging. We're nothing without you!!

Berikut hasil rembugan para juri untuk kontes foto ultah KBB kali ini.

Winner 1: Strawberry New York Cheesecake oleh Rurie van Sark (dengan nilai 52.3)






Winner 2: Raspberry Jelly oleh Arfi (dengan nilai 50.5)






Winner 3: Cenil Ceria oleh Ema Novita (dengan nilai 48.16)






Sebagai penyelenggara dan admin, maka diputuskan Arfi tidak masuk dalam pemenang. Dengan demikian, Ema menduduki tempat kedua.





Nilai terbesar setelah Ema adalah Regina, dengan nilai 48.16 dengan judul Milk Jelly, tetapi karena Regina termasuk dalam jajaran mods, maka kedudukan tempat ketiga diberikan kepada Yuli Berliantin, yang mendapatkan nilai 44.66.



Congratulations buat Rurie, Ema, dan Yuli Berliantin. Semoga setelah ini KBBers tetap semangat dan gegap gempita menelurkan lagi foto-foto yang inspiring dan artistik. Maju teus pantang mundur!


Cake Decorating Winners


Selamat buat para pemenang. Selamat buat semua teman-teman yang berhasil menelurkan karya-karya yang gemilang demi memeriahkan KBB anniversary kedua ini. Tanpa semangat dan komitmen teman-teman, acara kita ini tidak akan dapat terlaksana semeriah ini. Terima kasih para juri yang sudah meluangkan waktu untuk menilai dan bergulat dengan spread sheet. Mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyelanggaraan dan komunikasi selama pelaksanaan penjurian. Semoga di masa depan kita masih dapat bekerja sama.

Congratulations for all the winners and thank you for all the judges who are willingly spending time to help us looking for the greatest cakes on KBB 2nd Anniversary Cake Decorating Competition. Thank you to all KBBers. You are all winners!

Berikut hasil karya terbaik tahun ini:

Winner 1: Heramesayu (dengan nilai 53.5)


Winner 2: Sofie Minawati (dengan nilai 51.25)




Winner 3: Arfi (dengan nilai 50.5)



Sebagai penyelenggara dan admin, saya tidak berhak menyandang urutan ketiga. Dengan ini, saya menyerahkan nomor urut tiga kepada Artalina Harjono yang hasil karyanya mendapat nilai 50.25 oleh para juri.


Arta, congrats yaaa!!


Tetep semangat teman2!!

Senin, 12 Oktober 2009

Mohon Konfirmasi Ulang

Buat teman-teman yang sudah sekian lama mendaftar dan menunggu di waiting list, mohon segera memberikan konfirmasi ulang, jika memang masih bersedia bergabung dan baking bersama KBB. Konfirmasi akan diterima hingga sampai tanggal 20 Oktober saja, lewat email arfi.binstedATgmail.com. Konfirmasi yang telat akan dianggap gagal.




Terima kasih!
ab

Jadwal Host dan Hosting

Berikut jadwal Host dan Hosting untuk periode #14 hingga #19.

Mohon diingat kepada host yang akan bertugas supaya memberikan konfirmasi kepada mods jika siap atau tidak siap menjalankan tugasnya sebagai host, seminggu sebelum pengiriman resep dan logo dilakukan, supaya mods dapat mencari penggantinya.

KBB#14 (November-Desember 2009): Ine Sena dan Lanny Tgio

KBB#15 (Januari-Februari 2010): Anne dan Emma Isti

KBB#16 (Maret-April 2010): Nonon (Anindita) dan Yohana

KBB#17 (Mei-Juni 2010): Molly dan Sofie

KBB#18 (Juli-Agustus 2010): Ezy dan Putu Rea

KBB#19 (September-Oktober 2010): Arfi dan Fransisca


Rambu-Rambu Hosting

  1. Resep dan Logo dikirimkan kepada seluruh anggota KBB (kecuali Mods dan penasehat KBB) pada setiap tanggal 29-30 bulan ganjil.
  2. Host wajib memposting resep berikut foto step-by-step di blog KBB sebelum posting round-up.
  3. Host wajib membuat round-up seluruh karya anggota KBB sesuai selera dan kreativitasnya.
  4. Host disarankan melakukan patroli ke blog-blog anggota, sedikit komen sebagai tanda host sudah absen will be very much appreciated.

(Note: jika ada host yang mengundurkan diri dengan tidak mengikuti konfirmasi ulang di milis, maka namanya akan secara otomatis diganti dengan member yang sudah konfirmasi dan bersedia menjadi host. Thanks.)